ANTI PERUNDUNGAN SMK NEGERI 5 PONTIANAK

Admin Kamis, 18/11/2021 Pendidikan 176 hits

Hai sahabat SMEKLI

          Kegiatan pada kali ini yaitu mengenai Sosialisasi Anti Perundungan di sekolah kita. Tentunya sahabat SMEKLI sudah tidak asing lagi dengan istilah perundungan tersebut. Sebenarnya apa sih perundungan itu? Mungkin lebih ngetopnya yaitu bullying. Menurut Kemendikbudristek perundungan atau bullying adalah perilaku agresif yang biasa dilakukan seseorang dengan tujuan untuk merendahkan, mengucilkan, dan menyakiti kepada seseorang atau kelompok yang di anggap lebih lemah. Banyak sekali contoh-contoh perilaku perundungan di sekitar kita  yaitu bisa berupa fisik  yaitu mencubit, mencakar, menendang, menjewer.  Selain itu bisa juga  berupa psikis  yaitu meremehkan, mengejek,membentak,melecehkan,dll. Bahkan perundungan itu juga ada di dunia maya misalnya menyebarkan rumor atau informasi pribadi melalui jaringan,dll.

          Nah, perlu diketahui program anti perundungan di Indonesia  namanya Roots Indonesia yaitu merupakan kerjasama antara Kemendikbudristek dengan UNICEF. Tentunya SMK Negeri 5 Pontianak sangat mendukung sekali program tersebut yaitu dengan mengadakan kegiatan program Sekolah Pusat Keunggulan, Sosialisasi Anti Perundungan pada tanggal 11 November 2021 dengan narasumber Bapak Tumbur Manalu,S.Sos dari Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD)  provinsi Kalimantan Barat. Beliau menyatakan bahwa agen perubahan merupakan pelaku kedamaian. Anak adalah berumur di bawah 18 tahun dan ada 4 hak anak yaitu hak hidup, tumbuh kembang,perlindungan dan partisipasi. Selain itu beliau mengatakan bahwa bullying terjadi karena dia merasa tinggi dari teman-temannya, bullying bisa dilakukan kekerasan fisik,psikis dan seksual dan parahnya lagi dilakukan oleh orang-orang sekitar kita.

 

          Beliau juga menceritakan berbagai kasus tindakan kekerasan dimana faktor-faktor yang mempengaruhi yaitu dari hp dengan menonton hal-hal yang termasuk tindak kekerasan. Selain itu adanya suatu aplikasi dimana orang yang tidak saling kenal bisa bertemu dan saling chatting yang merupakan awal pertemuan si pelaku dan si korban. Banyak sekali faktor-faktor membuat anak melakukan tindak kekerasan yaitu salah satunya salah memilih teman. Selain itu beliau juga membahas tentang cyber bullying dimana ada pertengkaran di media sosial kemudian berlanjut dengan saling ketemu dan terjadi perkelahian.

         Beliau menceritakan contoh kekerasan di lingkungan pendidikan misalnya dulu adanya ospek di kampus. Banyak sekali contoh kekerasan di sekolah misalnya di tempat sepi di lingkungan sekolah yaitu di dekat WC maka perlu adanya CCTV di sekolah. Adanya agen perubah yaitu siswa paling berpengaruh yang di pilih oleh siswi-siswi lain berdasarkan teori jejaring sosial. Menurut beliau bahwa agen perubah sebagai pemantau teman-temannya yang ingin melakukan tindakan bullying. Sebaiknya siswa melakukan perlawanan jika terjadi bullying terhadap dirinya. Selain menjadi agen perubah di sekolah juga di masyarakat.

        Pada akhir pemarannya, beliau berpesan kepada siswa-siswa agar jangan takut untuk melaporkan tindakan kekerasan agar tidak semakin merajalela dan ada hukumannya untuk pelaku bullying tersebut.

Tentunya dari kegiatan ini peran pelajar sebagai agen perubahan untuk menyebarkan pesan dan perilaku baik diantara teman sebaya. Senada dengan tujuan kegiatan tersebut, kepala SMK Negeri 5 Pontianak (Ibu Leny Mediantary,S.Pd,M.Pd) menyatakan “ program anti perundungan perlu dilakukan secara berkelanjutan antara sekolah, siswa dan orang tua Bersatu mengalahkan budaya bullying dan menggantinya dengan kekuatan karakter positif”. Beliau juga menambahkan “program anti perundungan harus disesuaikan dengan nilai-nilai pendidikan dan nilai-nilai budaya sekolah”.

     Untuk kegiatan selanjutnya telah di pilih fasilitator guru yaitu ibu Vanny Puspa Bella,S.Hut dimana  beliau akan melatih 30 siswa agen perubahan dengan 10 sesi course Roots. Bu Vanny sehari-harinya sebagai guru dan pembina UKS SMK Negeri 5 Pontianak yang akan melatih siswa  menganggap kegiatan anti perundungan ini perlu dilakukan. Bu Vanny menyatakan bahwa  mengingat kasus perundungan yang kadang-kadang di anggap sepele, dengan adanya agen perubahan anti perundungan di sekolah diharapkan dapat memberantas perundungan sampai ke akar-akarnya.

    Tentunya sahabat SMEKLI mendukung juga program anti perundungan tersebut yaitu dimulai dengan menyebarkan perilaku positif ke sesama dan melapor jika mengalami atau menyaksikan perundungan di sekolah ataupun di lingkungan sekitar.

    

 

: tanpa label

KOMENTAR

Info! Data tidak atau belum tersedia.

Jajak Pendapat

Informasi yang disajikan dalam situs ini menurut Anda ?

Kolom Guru

  • Data tidak atau belum tersedia.

MUTIARA HADIST

Ibnu Umar Ra. Berkata : Rosululloh Saw. Bersabda : Islam Didirikan Atas Lima Sendi : Menyaksikan Dan Percaya Bahwa Tiada Tuhan Kecuali Allah Dan Nabi Muhammad Utusan Allah, Dan Mendirikan Sholat Dan Mengeluarkan Zakat, Dan Haji Ke Baitullah, Dan Puasa Di Bulan Ramadhan Kewajiban Zakat Dan Puasa